DUA puluh sembilan April 2018. Saya sedang membaca. Mas Dhaya sedang mewarnai
robot, Optimus Prime, gambaran saya. Tetiba, ia teringat sesuatu.
“Abi
masih seneng lihat foto Mas Dhaya di kos-kos Abi?” tanyanya. Ia menyebut
indekos sebagai kos-kosan dengan
pelesapan sufiks -an.
Saya
mengiakan. Ia bergegas mencari sesuatu di lemarinya.
Sembari
menyerahkan selembar kertas bekas, ia berkata, “Ini dikasih gambar sama Mas
Dhaya. Biar Abi ingat (Mas Dhaya).”
Ada
gambar bulat-bulat di kertas itu. Tertulis namanya juga. Katanya, itu gambar
dinosaurus dan telur dinosaurus. Saya memujinya. Meski, sejujurnya, saat
seusianya, saya dapat menggambar hewan dan manusia jauh lebih baik. Saya merasa
wis kåyå Pak Tino Sidin1 aé. Semua-muanya dinilai bagus. Eh,
sampean rak weruh Pak Tino Sidin tå?