BERKENAAN
dengan tema Indonesia disebut sebagai
Bangsa yang Lembek, Benarkah? yang terkandung dalam pesan (artikel)
berjudul Tetap harus dimulai, Sekalipun
belum tentu Selesai di www.darwinsaleh.com, saya berpandangan bahwa
pendapat tersebut benar adanya. Bangsa ini memerlukan sikap pragmatis dalam
arti segera cancut tali wanda; segera
bertindak untuk kepentingan bersama, untuk memperbaiki kondisi, di sini dan
saat ini. Saya punya satu cerita.
Bulan lalu (23/12),
saya diundang untuk mengikuti Workshop Evaluasi Program Nasional
Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri
Perdesaan
di Hotel Grand Pujon View, Pujon, Malang. Berdasarkan monogram, acara akan dimulai pukul
07.00 WIB. Seluruh
peserta wajib hadir tepat waktu, karena
acara dianggap sungguh penting.
Demi menghadiri
acara mahapenting itu, saya harus berangkat pukul 04.15 WIB dari Mojokerto.
Saya sempat singgah di rumah orang tua saya. Sebentar saja, lalu segera
melanjutkan perjalanan ke Pujon. Hasilnya, saya dapat hadir
tepat pukul 07.00 WIB.
Namun, betapa terkejutnya
saya, ternyata masih sedikit sekali peserta yang hadir. Baru belasan orang
termasuk saya. Kepada seorang teman yang kebetulan menghubungi saya melalui
WhatsApp, saya mengeluh
tentang keterkejutan, lebih tepatnya kejengkelan, saya itu. Teman saya
berkomentar, “Kamu masih di Indonesia
kan? Di sini jika tidak telat dianggap kurang afdal… .” Ah! Saya berharap ini
bukanlah Indonesia...