Data Buku
Judul:
Perdagangan Lada Abad XVII: Perebutan
“Emas” Putih dan
Hitam di Nusantara
Penulis:
P. Swantoro
Penerbit:
KPG, Jakarta
Cetakan:
I, Januari 2019
Ukuran:
13 × 19 cm
Tebal:
x + 107 hlm.
ISBN:
978-602-481-084-9
“LADA
bukanlah buah dari pohon yang berbatang teguh dan kuat, melainkan dari tanaman
merambat yang batangnya benjol-benjol.” (hlm. 7) Demikian P. Swantoro memulai
kisahnya.
Saya
mengenal lada (Piper Albi Linn) dengan
sebutan merica. Di tempat lain, ada yang menyebutnya sahang.
Saat
saya masih sekolah dasar, guru saya bercerita bahwa lada adalah salah satu
rempah yang ingin dikuasai oleh Portugis di Maluku. Seketika, saya membayangkan
pohon tinggi besar yang hanya ada di Maluku.
Pohon
besar? Ya, bagaimana lagi, guru saya tak menjelaskan tumbuhan itu secara detail.




