MASIH ingat Sri
Sang Pemangkas Anggaran? Tulisan tentangnya tersua dalam artikel bertajuk Sri Mulai Pangkas Anggaran. Akhir tahun lalu,
saya menemu 2 Sri yang memangkas anggaran. Pertama, Sri yang kabarnya memangkas
APBN. Kedua, Sri yang saya ceritakan dalam artikel di atas. Mirip-miriplah sama
Sri yang pertama. Sama-sama memangkas anggaran. Hanya saja, yang kedua ini
memangkas anggaran rumah tangganya sendiri. Kedua Sri itu tampaknya juga
tipikal perempuan yang dalam bahasa Jawa disebut cak-cek. Segera bertindak. Sri pertama, berdasar berita beredar,
segera memangkas anggaran negara setelah dilantik menjadi menteri. Sedangkan,
Sri kedua segera memangkas biaya rokok suami setelah mengikuti pelatihan
pengelolaan keuangan. Lo piye, rak sebelas-duabelas ta?
Senin, 22 Mei 2017
Selasa, 18 April 2017
Merawat Ingatan tentang Mbah Kakung [Resensi Novel "Sang Patriot" - Irma Devita]
Data Buku
Judul: Sang Patriot
Penulis: Irma Devita
Penyunting: Agus Hadiyono
Penerbit: Inti Dinamika Publisher
Cetakan: I,
Februari 2014
Ukuran: 13
× 20,5 cm
Tebal: 280 hlm.
ISBN: 978-602-14969-0-9
ISBN: 978-602-14969-0-9
“Mbah,
Irma janji, suatu saat kelak Irma akan menuliskan cerita tentang Mbah Kakung…”.
Begitulah janji Irma Devita kepada Rukmini, neneknya. Meskipun waktu itu, dia
tak tahu caranya. Dia masih belia. Tapi, tujuannya mulia. Irma berharap bahwa
dengannya perjuangan kakeknya, mbah kakung-nya
dalam bahasa Jawa, dapat dikenang. Generasi kini dan mendatang beroleh warisan
keteladanan.
Minggu, 16 April 2017
Leky
“ORA oleh mengidolakan uwong sakliyane kangjeng
nabi. Murtad kuwi! Kapir!” kata kawan SD saya.
Romannya serius. Saya
cengengesan.
Sergahnya, “Heh, iya,
kuwi jare kiaiku.”
Saya mengangkat bahu.
Tersenyum. “Ngajimu durung jangkep,” kata saya.
Hatinya panas. Ia
mengejek, “Kapir, kapir, kapir…”
Namanya anak-anak. Bisa
tengkar, tapi sebentar kemudian berderai tawa dalam permainan. Tak ada jabat
tangan. Tak ada kata maaf. Tapi mereka sama tahu bahwa mereka telah saling
memaafkan, bahkan sebelum kejadian tak mengenakkan itu terjadi. Begitulah
kepolosan yang mereka punya.
Saya maklum. Perdebatan
dengan kawan saya terjadi tanpa rencana. Ini hanya soal pujaan. Pemeluk Islam
mafhum bahwa kangjeng nabi manusia utama. Ini mutlak dalam aras iman. Seperti
waktu kawan saya itu saya tanya tentang sebabnya. Ia berkeras, “Ya, pokoke
kudu ngunu!” Ya, pokoknya. Begitulah yang hingga kini jamak dianggap sebagai
iman. Lugas. Tanpa syarat. Bebas dari intervensi nalar. Meskipun yang terakhir
itu disebut-sebut sebagai nikmat Tuhan yang dapat meningkatkan derajat iman.
Sri Mulai Pangkas Anggaran
“SAYA tak punya HP sendiri. Pakai HP anak saya,”
jawabnya ketika salah seorang dari kami menanyakan tentang kepemilikan telepon
seluler kepadanya. Tampaknya, dia tak terlalu ambil peduli soal gawai. Tak
seperti galibnya orang kekinian. Mungkin aktivitas kesehariannya memang tak
menuntutnya untuk memilikinya. Bahkan untuk yang berfitur terbatas. Sekadar
untuk telepon atau mengirim pesan pendek, maksud saya.
Kamis, 16 April 2015
Siswa Berprestasi Raih Beasiswa Komunitas Makgradak
Bayangkan, apa jadinya bila Anda sangat ingin melanjutkan
sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, namun kondisi ekonomi orang tua Anda tak
memungkinkan untuk itu? Sedih, putus asa, dan entah apa lagi yang bakal Anda
rasakan.
"Pendidikan adalah hak bagi setiap warga negara yang harus ditunaikan demi tercapainya Indonesia yang bermartabat"
Di negeri yang kita cintai ini, masih banyak anak-anak
mengalami hal itu. Nyata, bukan sekadar imajinasi seperti yang baru saja Anda
lakukan. Pemerintah memang telah cukup memerhatikan mimpi dan juga potensi
anak-anak itu. Tak sedikit dana telah dialokasikan khusus untuk pemenuhan hak
pendidikan. Sebut saja, BOS, DAK, PKH, dan PNPM. Masih banyak lagi yang
lainnya; termasuk dana kemitraan untuk beasiswa dan lain-lain. Di sisi lain,
pemerintah juga telah banyak menerbitkan regulasi pendukung. Ambil contoh,
Permendikbud No. 60 Tahun 2011 tentang Larangan Pungutan Biaya Pendidikan pada
Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama dan PP No. 48 Tahun 2008 tentang
Pendanaan Pendidikan.
Langganan:
Komentar (Atom)
